shape
shape

Realisasi Investasi Kaltim Rp70,43 Triliun hingga Triwulan III/2025, Peringkat 6 Nasional

Realisasi Investasi Kaltim Rp70,43 Triliun hingga Triwulan III/2025, Peringkat 6 Nasional

Realisasi Investasi Kaltim Rp70,43 Triliun hingga Triwulan III/2025, Peringkat 6 Nasional

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Realisasi investasi Kalimantan Timur 2025 hingga Triwulan III menembus Rp70,43 triliun, mendekati target tahunan Rp79,86 triliun. 

Capaian ini mempertegas posisi Kaltim sebagai salah satu destinasi investasi utama nasional, sekaligus mengokohkan peringkat keenam di Indonesia.

Secara nasional, Kaltim berada tepat di bawah Jawa Barat (Rp218,17 triliun), DKI Jakarta (Rp204,15 triliun), Jawa Timur (Rp105,09 triliun), Sulawesi Tengah (Rp97,6 triliun), dan Banten (Rp91,58 triliun). Konsistensi ini mencerminkan iklim usaha yang semakin kompetitif dan terarah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, merincikan bahwa komposisi investasi Benua Etam didominasi;

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp55,9 triliun

Penanaman Modal Asing (PMA): Rp14,53 triliun

“Saat ini, tim terkait masih melakukan penghitungan final untuk realisasi tambahan pada triwulan IV,” sebut Fahmi, Minggu (11/1/2206).

Efek Domino IKN dan Sektor Unggulan

Fahmi menekankan bahwa masuknya investasi bukan sekadar angka, melainkan motor penggerak ekonomi masyarakat.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disebutnya menjadi katalisator utama yang menarik berbagai proyek strategis nasional masuk ke wilayah penyangga.

"Setiap proyek atau usaha baru menciptakan efek domino, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok lingkungan sekitar hingga penyerapan tenaga kerja lokal secara masif," tegasnya.

Sektor penyumbang investasi terbesar di Kaltim tahun 2025 sendiri masih didominasi sektor pertambangan.

Pada 2025, sektor pertambangan masih menjadi kontributor terbesar. Dari PMDN, pertambangan mencatat Rp21,25 triliun, disusul:

Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi: Rp8,57 triliun

Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp7,21 triliun

Jasa lainnya: Rp4,58 triliun

Transportasi, pergudangan, dan komunikasi: Rp3,55 triliun

Industri makanan: Rp3,1 triliun

Perdagangan dan reparasi: Rp2,42 triliun

Industri logam dasar dan peralatan: Rp1,71 triliun

Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran: Rp1,31 triliun

Dari PMA, pertambangan juga teratas dengan Rp3,63 triliun, diikuti:

Industri kertas dan pencetakan: Rp2,51 triliun

Industri makanan: Rp2,19 triliun

Tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan: Rp1,76 triliun

Industri kimia dasar dan farmasi: Rp1,1 triliun

Industri logam dasar dan peralatan: Rp1,01 triliun

Perdagangan dan reparasi: Rp690 miliar

Industri mineral non-logam: Rp500 miliar

Transportasi, pergudangan, dan komunikasi: Rp420 miliar

Melihat berbagai sektor di atas, pertumbuhan signifikan, kata Fahmi tampak pada sektor transportasi, pergudangan, industri makanan.

Hingga pembangunan kawasan perumahan dan perkantoran yang terus bertumbuh seiring progres pembangunan IKN.

“Kita optimis sampai pada triwulan IV bisa mencapai target yang ditetapkan Kementerian Investasi atau BKPM, serta menjadi mitra promosi untuk investasi di wilayah IKN,” kata Fahmi. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Realisasi Investasi Kaltim Rp70,43 Triliun hingga Triwulan III/2025, Peringkat 6 Nasional, https://kaltim.tribunnews.com/tribun-etam/1132129/realisasi-investasi-kaltim-rp7043-triliun-hingga-triwulan-iii2025-peringkat-6-nasional.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Amelia Mutia Rachmah